![]() |
| www.healthtap.com |
Miom merupakan
penyakit yang berhubungan dengan rahim. Nah … kalau sudah menyangkut rahim
tentunya berpengaruh pada peluang kehamilan. Apa sebenarnya miom itu? Miom
biasa disebut juga fibroid atau myoma yaitu sejenis tumor jinak yang melekat
pada dinding rahim. Asal muasal miom ini dari sel otot yang tumbuh abnormal
menjadi tumor dan menempel pada dinding rahim.
Ketidakseimbangan
hormonal memicu terjadinya miom. Terutama hormon estrogen, di mana dalam
kehamilan kadar hormon estrogen sangat tinggi, sehingga miom berkembang cepat.
Penyebab ketidakseimbangan hormonal sendiri yaitu makanan (makanan siap saji
dari hewan dengan pertumbuhan yang dirangsang hormon estrogen), obesitas,
kondisi stres, dan kekebalan tubuh yang rendah.
Jika ukuran
miom kecil sulit terdeteksi (bisa terdeteksi dengan USG), namun miom berukuran
besar akan menimbulkan gejala sebagai berikut:
- Nyeri pada perut atau pinggu
- Perut terasa penuh dan kadang besar seperti wanita hamil
- Nyeri saat bersenggama
- Keguguran
- Sering buang air kecil karena miom menekan kandung kemih
- Gejala anemia karena kehilangan darah haid
- Tekanan pada panggul
- Gangguan haid (haid tidak teratur, nyeri, pendarahan lebih banyak atau lebih lama)
Bagaimana pengaruh miom terhadap peluang terjadinya kehamilan?
Jika miom
tumbuh di saluran leher rahim akan memperkecil peluang hamil. Dengan tumbuhnya
miom di leher rahim, akan mempersempit leher rahim sehingga sperma terhambat
masuk ke rahum.
Jika tumbuh di
dinding rahim, akan mengganggu proses melekatnya sel telur yang telah dibuahi
pada dinding rahim.

0 comments:
Post a Comment