Home » » Manfaat Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)

Manfaat Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)

Written By Dunia Kita on Monday, 29 July 2013 | 21:34



image: dealmates.com
Mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan pranikah berarti anda dan pasangan dapat melakukan tindakan preventif terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang diturunkan secara genetik.

Tidak ada batasan waktu pasti kapan melakukan pemeriksaan ini, namun pemeriksaan yang dilakukan 6 bulan sebelum dilangsungkannya pernikahan adalah ideal. Mengapa? Karena masih masih cukup waktu untuk melakukan konseling dan memutuskan penanganan yang tepat terhadap penyakit/masalah yang ditemukan.

Berikut manfaat masing-masing pemeriksaan yang umumnya tercakup dalam pemeriksaan kesehatan pranikah:

  • Hematologi Rutin, Gambaran Darah Tepi, Analisa Hemoglobin HPLC, dan Badan Inklusi HbH
Fungsi hematologi rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan calon mempelai secara umum, mendeteksi adanya kelainan hati dan ginjal yang berpengaruh pada bentuk dan fungsi sel darah, deteksi penyakit infeksi dan penyakit darah. Dari hasil pemeriksaan hematologi, penyakit Thalassemia dan Hemofilia dapat diketahui.

  • Golongan Darah A, B, O dan Rhesus
Disamping untuk keperluan transfusi darah, golongan darah juga diperlukan untuk mengetahui kecocokan rhesus. Dikatakan rhesus negatif jika tidak ada faktor rhesus dalam darah, dan sebaliknya. Apabila wanita dengan rhesus negatif hamil dari suami rhesus positif maka kemungkinan 50% mengandung anak dengan rhesus positif, dan 50% mengandung anak dengan rhesus negatif. Jika anak yang dikandung memiliki rhesus positif, maka secara alami si Ibu akan menghasilkan antibodi yang menyerang darah janin, menyebabkan sel darah merah janin rusak sehingga janin mengalami anemia, kerusakan otak, jantung, dan akibat fatal lainnya.

  • Urine Rutin
Berfungsi untuk mengetahui adanya kelainan ginjal atau saluran kemih.

  • Glukosa Puasa
Berfungsi untuk mengetahui adanya diabetes melitus atau kencing manis yang cenderung dapat menurun kepada janin.

  • HbsAg
Untuk mengetahui adanya infeksi Hepatitis B, yang dapat menular kepada pasangan melalui darah/luka, juga kepada janin.

  • VDRL/RPR
Untuk mendeteksi ada tidaknya PMS seperti sifilis dan gonore. Penyakit ini menular pada pasangan melalui hubungan seksual, mengakibatkan kecacatan bahkan kematian pada janin.

  • Anti-Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG,Anti-CMV IgG
Mendeteksi adanya infeksi Rubella, Toxoplasma, dan Cytomegalovirus yang berakibat pada keguguran, lahir prematur, serta kelainan pada janin.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Twitter

 
Copyright © 2013. Info Kita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger