![]() |
| image: dealmates.com |
Mengikuti rangkaian pemeriksaan
kesehatan pranikah berarti anda dan pasangan dapat melakukan tindakan preventif
terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang diturunkan
secara genetik.
Tidak ada batasan waktu pasti
kapan melakukan pemeriksaan ini, namun pemeriksaan yang dilakukan 6 bulan
sebelum dilangsungkannya pernikahan adalah ideal. Mengapa? Karena masih masih
cukup waktu untuk melakukan konseling dan memutuskan penanganan yang tepat
terhadap penyakit/masalah yang ditemukan.
Berikut manfaat masing-masing
pemeriksaan yang umumnya tercakup dalam pemeriksaan kesehatan pranikah:
- Hematologi Rutin, Gambaran Darah Tepi, Analisa Hemoglobin HPLC, dan Badan Inklusi HbH
Fungsi
hematologi rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan calon mempelai secara umum,
mendeteksi adanya kelainan hati dan ginjal yang berpengaruh pada bentuk dan
fungsi sel darah, deteksi penyakit infeksi dan penyakit darah. Dari hasil
pemeriksaan hematologi, penyakit Thalassemia dan Hemofilia dapat diketahui.
- Golongan Darah A, B, O dan Rhesus
Disamping
untuk keperluan transfusi darah, golongan darah juga diperlukan untuk
mengetahui kecocokan rhesus. Dikatakan rhesus negatif jika tidak ada faktor
rhesus dalam darah, dan sebaliknya. Apabila wanita dengan rhesus negatif hamil
dari suami rhesus positif maka kemungkinan 50% mengandung anak dengan rhesus
positif, dan 50% mengandung anak dengan rhesus negatif. Jika anak yang
dikandung memiliki rhesus positif, maka secara alami si Ibu akan menghasilkan
antibodi yang menyerang darah janin, menyebabkan sel darah merah janin rusak
sehingga janin mengalami anemia, kerusakan otak, jantung, dan akibat fatal
lainnya.
- Urine Rutin
Berfungsi untuk mengetahui adanya
kelainan ginjal atau saluran kemih.
- Glukosa Puasa
Berfungsi
untuk mengetahui adanya diabetes melitus atau kencing manis yang cenderung
dapat menurun kepada janin.
- HbsAg
Untuk
mengetahui adanya infeksi Hepatitis B, yang dapat menular kepada pasangan
melalui darah/luka, juga kepada janin.
- VDRL/RPR
Untuk
mendeteksi ada tidaknya PMS seperti sifilis dan gonore. Penyakit ini menular
pada pasangan melalui hubungan seksual, mengakibatkan kecacatan bahkan kematian
pada janin.
- Anti-Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG,Anti-CMV IgG
Mendeteksi
adanya infeksi Rubella, Toxoplasma, dan Cytomegalovirus yang berakibat pada
keguguran, lahir prematur, serta kelainan pada janin.

0 comments:
Post a Comment