![]() |
| image:telegraph.co.uk |
Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan
dalam persiapan kehamilan:
- Campak Jerman (Rubela)
Bila calon ibu
menderita rubela, terutama pada 3 bulan pertama kehamilan, dapat menyebabkan
cacat serius pada janin, cacat jantung, tuli, dan buta. Sebelum memastikan
hamil, sebaiknya lakukan tes darah untuk mengetahui kebal atau tidak terhadap
penyakit ini. Bila tidak kebal, maka divaksinasi. Setelah vaksinasi tunggu
sampai 3 bulan sebelum mencoba untuk hamil.
- Penyakit
Bila anda dan
pasangan memiliki penyakit keturunan seperti hemofilia, Diabetes, maupun
penyakit ayan, segera berkonsultasi ke dokter.
- Pekerjaan Berisiko Tinggi
Jika pekerjaan
anda dan pasangan berhubungan dengan bahan kimia, timah, sinar X, akan
mempengaruhi kehamilan dan bayi dalam kandungan. Hindari udara yang terkena
semprotan pembasmi hama, zat pembersih, cat, pernis, minyak tanah, dan lem.
Bila bekerja dengan komputer, duduklah dengan nyaman di depan layar,
menggunakan kursi yang menopang punggung dengan tegak lurus untuk menghindari
tekanan pada punggung dan bahu.
- Rokok dan Minuman Beralkohol
Berhentilah
merokok sebelum merencanakan kehamilan. Bayi dengan ibu merokok cenderung lahir
prematur dan berat badan rendah. Tingkat kemungkinan keguguran menjadi tinggi,
bayi lahir mati atau cacat. Jika kedua orang tua merokok, risiko kematian bayi
akan meningkat.
Merokok
mengurangi oksigen bagi janin, kejang di kaki saat berjalan merupakan tanda
terganggunya sirkulasi darah akibat merokok.
Merokok pasif
(menghirup asap rokok orang lain) juga dapat merusak kesehatan bayi. Anak-anak
yang memiliki orang tua perokok, lebih cepat terserang bronkhitis dan asma,
serta terganggu pertumbuhan badannya.
Banyak minum
alkohol mempengaruhi kesuburan pria maupun wanita, serta merusak perkembangan
janin dalam kandungan.
- Pemakaian Pil KB
Hentikan
pemakaian pil KB agar tubuh bisa kembali ke siklus normal. Tunggulah hingga 3
kali siklus haid, apabila terjadi pembuahan sebelum siklus haid yang normal
agak sulit memperkirakan tanggal kelahiran bayi.
- Obat-obatan
Beberapa jenis
obat dapat menghambat terjadinya kehamilan, atau membahayakan bayi dalam
kandungan. Jika anda minum obat teratur untuk mengatasi epilepsi atau diabetes
misalnya, mintalah nasihat dokter saat memutuskan untuk hamil. Aspirin dan
sulfanilamida cukup aman pada awal kehamilan, namun banyak yang belum diketahui
efek jangka panjangnya pada janin. Hindari obat-obatan yang diduga membahayakan
janin.
Berikut obat-obatan yang harus
dihindari
Obat
|
Kegunaan
|
Efek
pada janin
|
Amfetamin
|
Stimulan
|
Cacat jantung
|
Antihistamin
|
Alergi
|
Kemungkinan
cacat tubuh
|
Anti-nausea
|
Mual
|
Kemungkinan
cacat tubuh
|
Aspirin
|
Penghilang
rasa sakit
|
Menghambat
pembekuan darah
|
Kodein
|
Penghilang
rasa sakit
|
Kecanduan
|
Diuretik
|
Melangsingkan
|
Penyakit
darah
|
Parasetamol
|
Penghilang
rasa sakit
|
Kerusakan
hati
|
Fenitoin
|
Ayan
|
Cacat
tubuh
|
Steroid
|
Macam-macam
|
Hormonal
|
Streptomisin
|
Infeksi
|
Tuli
|
Sulphonamide
|
Infeksi
|
Penyakit
kuning pada bayi
|
Tetrasiklin
|
Infeksi
|
Gigi
kuning
|
Valium
|
Kecemasan
|
Gangguan
pernapasan
|
- Berat Badan dan Olah Raga
Jagalah berat
badan dan tinggi badan seimbang sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum kehamilan.
Jika berat melebihi berat ideal atau kurang dari ideal, mintalah nasihat
dokter. Jangan diet selama hamil, karena akan kekurangan berbagai zat makanan
yang penting. Olah raga selama 20 menit setiap hari untuk menjaga kebugaran
selama hamil.
Kenaikan berat
badan tergantung pada berat badan sebelum hamil. Kenaikan umumnya 10-12 kg.
Berat kehamilan sekitar 8-9 kg dari kenaikan berat badan, sehingga kelebihan
akan tinggal setelah anda melahirkan. Jika berat badan naik lebih dari 13 kg,
akan sulit menghilangkan kelebihannya.
Jika berat
badan naik terlalu banyak, jangan terlalu ketat berdiet. Kurangi makanan
bergula dan berlemak. Makanlah buah segar. Hindari cemilan biskuit dan keju
karena berkalori tinggi. Hati-hati jika berat badan meningkat drastis setelah
minggu ke -30, merupakan pertanda keracunan pada kehamilan.
- Makanan agar Bayi Sehat
Sumber makanan
bayi adalah dari si Ibu. Makanlah makanan yang bervariasi dan bergizi. Makanlah
sejumlah makanan segar tanpa diproses agar gizi benar-benar lengkap. Makanlah
sayuran dan buah segar, kurangi makanan manis, asin, dan makanan yang
diawetkan.

0 comments:
Post a Comment