Home » » Merencanakan Kehamilan

Merencanakan Kehamilan

Written By Dunia Kita on Monday, 29 July 2013 | 14:17



image:telegraph.co.uk
Rencanakan kehamilan sedikitnya 3 bulan sebelumnya. Awal kehamilan adalah masa paling rawan, padahal mungkin anda tidak mengetahui akan kehamilan itu. Menjaga kesehatan dan makan makanan bergizi akan membuat bayi dalam kandungan tetap sehat.

Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam persiapan kehamilan:

  • Campak Jerman (Rubela)
Bila calon ibu menderita rubela, terutama pada 3 bulan pertama kehamilan, dapat menyebabkan cacat serius pada janin, cacat jantung, tuli, dan buta. Sebelum memastikan hamil, sebaiknya lakukan tes darah untuk mengetahui kebal atau tidak terhadap penyakit ini. Bila tidak kebal, maka divaksinasi. Setelah vaksinasi tunggu sampai 3 bulan sebelum mencoba untuk hamil.

  • Penyakit
Bila anda dan pasangan memiliki penyakit keturunan seperti hemofilia, Diabetes, maupun penyakit ayan, segera berkonsultasi ke dokter.

  • Pekerjaan Berisiko Tinggi
Jika pekerjaan anda dan pasangan berhubungan dengan bahan kimia, timah, sinar X, akan mempengaruhi kehamilan dan bayi dalam kandungan. Hindari udara yang terkena semprotan pembasmi hama, zat pembersih, cat, pernis, minyak tanah, dan lem. Bila bekerja dengan komputer, duduklah dengan nyaman di depan layar, menggunakan kursi yang menopang punggung dengan tegak lurus untuk menghindari tekanan pada punggung dan bahu.

  • Rokok dan Minuman Beralkohol
Berhentilah merokok sebelum merencanakan kehamilan. Bayi dengan ibu merokok cenderung lahir prematur dan berat badan rendah. Tingkat kemungkinan keguguran menjadi tinggi, bayi lahir mati atau cacat. Jika kedua orang tua merokok, risiko kematian bayi akan meningkat.
Merokok mengurangi oksigen bagi janin, kejang di kaki saat berjalan merupakan tanda terganggunya sirkulasi darah akibat merokok.
Merokok pasif (menghirup asap rokok orang lain) juga dapat merusak kesehatan bayi. Anak-anak yang memiliki orang tua perokok, lebih cepat terserang bronkhitis dan asma, serta terganggu pertumbuhan badannya.
Banyak minum alkohol mempengaruhi kesuburan pria maupun wanita, serta merusak perkembangan janin dalam kandungan.

  • Pemakaian Pil KB
Hentikan pemakaian pil KB agar tubuh bisa kembali ke siklus normal. Tunggulah hingga 3 kali siklus haid, apabila terjadi pembuahan sebelum siklus haid yang normal agak sulit memperkirakan tanggal kelahiran bayi.

  • Obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat menghambat terjadinya kehamilan, atau membahayakan bayi dalam kandungan. Jika anda minum obat teratur untuk mengatasi epilepsi atau diabetes misalnya, mintalah nasihat dokter saat memutuskan untuk hamil. Aspirin dan sulfanilamida cukup aman pada awal kehamilan, namun banyak yang belum diketahui efek jangka panjangnya pada janin. Hindari obat-obatan yang diduga membahayakan janin.

Berikut obat-obatan yang harus dihindari
Obat
Kegunaan
Efek pada janin
Amfetamin
Stimulan
Cacat jantung
Antihistamin
Alergi
Kemungkinan cacat tubuh
Anti-nausea
Mual
Kemungkinan cacat tubuh
Aspirin
Penghilang rasa sakit
Menghambat pembekuan darah
Kodein
Penghilang rasa sakit
Kecanduan
Diuretik
Melangsingkan
Penyakit darah
Parasetamol
Penghilang rasa sakit
Kerusakan hati
Fenitoin
Ayan
Cacat tubuh
Steroid
Macam-macam
Hormonal
Streptomisin
Infeksi
Tuli
Sulphonamide
Infeksi
Penyakit kuning pada bayi
Tetrasiklin
Infeksi
Gigi kuning
Valium
Kecemasan
Gangguan pernapasan

  • Berat Badan dan Olah Raga
Jagalah berat badan dan tinggi badan seimbang sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum kehamilan. Jika berat melebihi berat ideal atau kurang dari ideal, mintalah nasihat dokter. Jangan diet selama hamil, karena akan kekurangan berbagai zat makanan yang penting. Olah raga selama 20 menit setiap hari untuk menjaga kebugaran selama hamil.
Kenaikan berat badan tergantung pada berat badan sebelum hamil. Kenaikan umumnya 10-12 kg. Berat kehamilan sekitar 8-9 kg dari kenaikan berat badan, sehingga kelebihan akan tinggal setelah anda melahirkan. Jika berat badan naik lebih dari 13 kg, akan sulit menghilangkan kelebihannya.
Jika berat badan naik terlalu banyak, jangan terlalu ketat berdiet. Kurangi makanan bergula dan berlemak. Makanlah buah segar. Hindari cemilan biskuit dan keju karena berkalori tinggi. Hati-hati jika berat badan meningkat drastis setelah minggu ke -30, merupakan pertanda keracunan pada kehamilan.

  • Makanan agar Bayi Sehat
Sumber makanan bayi adalah dari si Ibu. Makanlah makanan yang bervariasi dan bergizi. Makanlah sejumlah makanan segar tanpa diproses agar gizi benar-benar lengkap. Makanlah sayuran dan buah segar, kurangi makanan manis, asin, dan makanan yang diawetkan.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Twitter

 
Copyright © 2013. Info Kita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger