![]() |
| thinkbaby.co.uk |
Bagi pasangan yang belum juga
dikarunia momongan padahal sudah lama mendambakan, Bayi Tabung merupakan salah
satu harapan. Banyak yang masih awam dengan istilah Bayi Tabung. Sebenarnya apa
dan bagaimana program Bayi Tabung yang dalam bahasa latin dikenal dengan
istilah in vitro fertilization/IVF, artinya pembuahan dalam tabung
itu, berikut ulasannya.
Bayi Tabung/IVF dikembangkan oleh
Robert Geoffrey Edwards. Pria kelahiran Inggris pada 27 September 1925 ini
mengembangkan teknik IVF sejak tahun 1950. Berkali-kali percobaan Beliau
lakukan hingga akhirnya berhasil pada tahun 1978. Pada tahun tersebut
dilahirkan bayi tabung pertama di dunia dari pasangan Leslie dan Louis Brown.
Di Indonesia, bayi tabung pertama kali dilaksanakan di RSAB Harapan Kita,
Jakarta pada tahun 1987 dan berhasil dilahirkan pada tahun 1988.
![]() |
| robert edrwards |
Bagaimana tingkat keberhasilan
IVF ini? Apakah 100% berhasil? Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi tingkat
keberhasilan program IVF yang tingkat keberhasilannya mencapai 30-40%. Berikut
adalah faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program IVF :
- Usia pasangan suami istri
Pada wanita,
usia berkaitan dengan produksi sel telur. Usia di atas 30 tahun mulai turun
kualitas dan kuantitas sel telur. Sedangkan pada laki-laki, usia berkaitan
dengan kualitas sperma. Makin tua usia maka makin menurun kualitas dan
kuantitas sperma.
Jika usia
istri di bawah 30 tahun, tingkat keberhasilan mencapai 44%, usia 30 – 38 tahun
menurun menjadi 30% dan pada usia 38 – 42 tahun menjadi sekitar 10 – 11%.
- Penyebab ketidaksuburan pasangan
Penyebab
ketidaksuburan pasangan suami istri antara lain ganguan pada ovulasi, kelainan
sperma, kelainan kromosom, dan penyebab lain yang tidak dapat dijelaskan.
- Kesehatan dan gaya hidup
Pasangan
hendaknya melaksanakan pola hidup sehat sebab masalah kesehatan secara umum
maupun masalah kesehatan yang mempengaruhi kesuburan akan menurunkan persentase
keberhasilan program IVF. Wanita dengan obesitas rentan terhadap diabetes dan
hipertensi, serta kebiasaan merokok berpotensi pada terjadinya keguguran,
gagalnya perlekatan embrio pada rahim.
- Kesiapan mental pasangan
Pasangan harus
menyiapkan mental dikarenakan proses program IVF ini tidak sekali datang
selesai, adanya kemungkinan gagal, biaya program yang tidak murah, dan lain
sebagainya.
Metode IVF ada 2 macam, yaitu :
1.
In Vitro Maturation (IVM), yaitu teknik mematangkan sel telur yang diambil
melalui operasi kecil, di luar tubuh (laboratorium). Pembuahan dilakukan
setelah sel telur matang. Setelah itu ditunggu beberapa hari sampai sel telur mejadi
embrio. Nah, embrio ini lah yang ditanamkan di dalam rahim. Teknik ini
disarankan bagi wanita dengan usia di bawah 35 tahun dan wanita dengan Polycystic Ovarian Syndrome, yaitu
ketidakseimbangan hormon yang berakibat pada masalah menstruasi, kista ovarium,
dan ketidaksuburan.
2.
Natural Cycle
In Vitro Fertilization
Teknik
ini tidak menggunakan obat-obatan perangsang matangnya sel telur. Sel telur
yang matang secara alami, diambil dan dilakukan pembuahan di laboratorium.
Setelah menjadi embrio, ditanamkan ke dalam rahim. Kondisi wanita yang
disarankan untuk teknik ini yaitu wanita yang mengalami penyumbatan tuba falopi namun memiliki siklus
menstruasi yang teratur, tidak bermasalah dengan ovulasi, kondisi hormonnya
normal, serta berusia di bawah 35 tahun.
Program bayi tabung memang merupakan harapan bagi
mereka yang tak kunjung mendapatkan momongan. Bagaimana proses bayi tabung
tersebut, berikut adalah proses secara garis besarnya:
1.Konsultasi dan
seleksi calon peserta bayi tabung, apabila dinilai layak maka selanjutnya
2.Merangsang indung
telur dengan pemberian obat-obatan untuk dapat menghasilkan beberapa sel telur.
Secara alami hanya satu sel telur namun dalam program ini setidaknya ada tiga
sel telur yang dibutuhkan agar program berhasil.
3.Pemantauan folikel atau cairan yang berisi sel telur melalui USG.
Pemantauan ini bertujuan untuk melihat apakah sel telur sudah siap, selanjutnya
diberikan obat untuk mematangkan sel telur.
4.Pengambilan folikel yang berdiameter 17 – 18 mm menggunakan
cara dihisap dengan jarum khusus melalui liang senggama. Pada hari yang sama, diambil
pula sperma suami dengan cara bermasturbasi. Apabila ada kendala dapat diambil
melalui operasi pada buah zakar.
5.Proses pembuahan
di lakukan setelah semua siap. Sel telur dan sperma akan dipertemukan di
dalam media kultur di laboratorium, sehingga menghasilkan embrio. Teknik
pembuahan ini bisa juga dengan cara injeksi/ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection), yaitu menyuntikkan satu sperma
langsung ke dalam satu sel telur sehingga terjadi pembuahan.
6.Pemindahan embrio yang berusia 2 – 3 hari ke
dalam rahim dengan menggunakan kateter.
7. Tahap luteal untuk mempertahankan dinding rahim menggunakan progesteron. Umumnya dokter akan memberikan obat selama 15 hari pertama.
7. Tahap luteal untuk mempertahankan dinding rahim menggunakan progesteron. Umumnya dokter akan memberikan obat selama 15 hari pertama.
8.Pemeriksaan USG untuk mengetahui apakah terjadi
kehamilan atau belum.


0 comments:
Post a Comment