Home » » Bayi Tabung : Harapan Banyak Pasangan

Bayi Tabung : Harapan Banyak Pasangan

Written By Dunia Kita on Monday, 10 June 2013 | 16:18



thinkbaby.co.uk

Bagi pasangan yang belum juga dikarunia momongan padahal sudah lama mendambakan, Bayi Tabung merupakan salah satu harapan. Banyak yang masih awam dengan istilah Bayi Tabung. Sebenarnya apa dan bagaimana program Bayi Tabung yang dalam bahasa latin dikenal dengan istilah in vitro fertilization/IVF, artinya pembuahan dalam tabung itu, berikut ulasannya.

Bayi Tabung/IVF dikembangkan oleh Robert Geoffrey Edwards. Pria kelahiran Inggris pada 27 September 1925 ini mengembangkan teknik IVF sejak tahun 1950. Berkali-kali percobaan Beliau lakukan hingga akhirnya berhasil pada tahun 1978. Pada tahun tersebut dilahirkan bayi tabung pertama di dunia dari pasangan Leslie dan Louis Brown. Di Indonesia, bayi tabung pertama kali dilaksanakan di RSAB Harapan Kita, Jakarta pada tahun 1987 dan berhasil dilahirkan pada tahun 1988.

robert edrwards


Bagaimana tingkat keberhasilan IVF ini? Apakah 100% berhasil? Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan program IVF yang tingkat keberhasilannya mencapai 30-40%. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program IVF :
  1. Usia pasangan suami istri
Pada wanita, usia berkaitan dengan produksi sel telur. Usia di atas 30 tahun mulai turun kualitas dan kuantitas sel telur. Sedangkan pada laki-laki, usia berkaitan dengan kualitas sperma. Makin tua usia maka makin menurun kualitas dan kuantitas sperma.
Jika usia istri di bawah 30 tahun, tingkat keberhasilan mencapai 44%, usia 30 – 38 tahun menurun menjadi 30% dan pada usia 38 – 42 tahun menjadi sekitar 10 – 11%.
  1. Penyebab ketidaksuburan pasangan
Penyebab ketidaksuburan pasangan suami istri antara lain ganguan pada ovulasi, kelainan sperma, kelainan kromosom, dan penyebab lain yang tidak dapat dijelaskan.
  1. Kesehatan dan gaya hidup
Pasangan hendaknya melaksanakan pola hidup sehat sebab masalah kesehatan secara umum maupun masalah kesehatan yang mempengaruhi kesuburan akan menurunkan persentase keberhasilan program IVF. Wanita dengan obesitas rentan terhadap diabetes dan hipertensi, serta kebiasaan merokok berpotensi pada terjadinya keguguran, gagalnya perlekatan embrio pada rahim.
  1. Kesiapan mental pasangan
Pasangan harus menyiapkan mental dikarenakan proses program IVF ini tidak sekali datang selesai, adanya kemungkinan gagal, biaya program yang tidak murah, dan lain sebagainya.

Metode IVF ada 2 macam, yaitu :
1.      In Vitro Maturation (IVM), yaitu teknik mematangkan sel telur yang diambil melalui operasi kecil, di luar tubuh (laboratorium). Pembuahan dilakukan setelah sel telur matang. Setelah itu ditunggu beberapa hari sampai sel telur mejadi embrio. Nah, embrio ini lah yang ditanamkan di dalam rahim. Teknik ini disarankan bagi wanita dengan usia di bawah 35 tahun dan wanita dengan Polycystic Ovarian Syndrome, yaitu ketidakseimbangan hormon yang berakibat pada masalah menstruasi, kista ovarium, dan ketidaksuburan.
2.      Natural Cycle  In Vitro Fertilization
Teknik ini tidak menggunakan obat-obatan perangsang matangnya sel telur. Sel telur yang matang secara alami, diambil dan dilakukan pembuahan di laboratorium. Setelah menjadi embrio, ditanamkan ke dalam rahim. Kondisi wanita yang disarankan untuk teknik ini yaitu wanita yang mengalami penyumbatan tuba falopi namun memiliki siklus menstruasi yang teratur, tidak bermasalah dengan ovulasi, kondisi hormonnya normal, serta berusia di bawah 35 tahun.

Program bayi tabung memang merupakan harapan bagi mereka yang tak kunjung mendapatkan momongan. Bagaimana proses bayi tabung tersebut, berikut adalah proses secara garis besarnya:

1.Konsultasi dan seleksi calon peserta bayi tabung, apabila dinilai layak maka selanjutnya
2.Merangsang indung telur dengan pemberian obat-obatan untuk dapat menghasilkan beberapa sel telur. Secara alami hanya satu sel telur namun dalam program ini setidaknya ada tiga sel telur yang dibutuhkan agar program berhasil.
3.Pemantauan folikel  atau cairan yang berisi sel telur melalui USG. Pemantauan ini bertujuan untuk melihat apakah sel telur sudah siap, selanjutnya diberikan obat untuk mematangkan sel telur.
4.Pengambilan folikel yang berdiameter 17 – 18 mm menggunakan cara dihisap dengan jarum khusus melalui liang senggama. Pada hari yang sama, diambil pula sperma suami dengan cara bermasturbasi. Apabila ada kendala dapat diambil melalui operasi pada buah zakar.
5.Proses pembuahan di lakukan setelah semua siap. Sel telur dan sperma akan dipertemukan di dalam media kultur di laboratorium, sehingga menghasilkan embrio. Teknik pembuahan ini bisa juga dengan cara injeksi/ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection), yaitu menyuntikkan satu sperma langsung ke dalam satu sel telur sehingga terjadi pembuahan.
6.Pemindahan embrio yang berusia 2 – 3 hari ke dalam rahim   dengan menggunakan kateter. 
7. Tahap luteal untuk mempertahankan dinding rahim menggunakan progesteron. Umumnya dokter akan memberikan obat selama 15 hari pertama.
8.Pemeriksaan USG untuk mengetahui apakah terjadi kehamilan atau belum.
















Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Twitter

 
Copyright © 2013. Info Kita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger