![]() |
| image:goodlywoman.co |
Terjadinya hamil anggur
Hamil anggur atau molahidatidosa merupakan kehamilan di
mana hasil pembuahan gagal terbentuk, berubah menjadi gelembung-gelembung yang
bergerombol mirip buah anggur.
Si anggur ini sebenarnya adalah
bagian dari tepi sel telur (sel trofoblas)
yang kelak menjadi ari-ari (plasenta).
Dokter akan mendeteksi hamil anggur melalui USG yang menggambarkan “snow storm”
atau tampak seperti badai salju di dalam rahim.
Pada umumnya janin tidak tumbuh
pada kondisi hamil anggur, namun ada kondisi hamil anggur parsial di mana
kehamilan anggur disertai pertumbuhan janin. Janin yang tumbuh umumnya disertai
kelainan (cacat bawaan).
Penanganan hamil anggur
Kehamilan anggur ini harus
mendapat penanganan segera yaitu dengan tindakan kuretase. Rahim harus
dibersihkan dari gelembung-gelembung anggur. Bila tidak segera dilakukan
pembersihan akan menyebabkan komplikasi seperti perdarahan, infeksi, kanker
yang dikhawatirkan menyebar ke bagian tubuh lain. Bila penanganan cepat
dilakukan maka wanita penderita hamil anggur akan bisa hamil secara normal
dalam waktu satu tahun bagi yang belum memiliki keturunan, dan dua tahun bagi
yang sudah memiliki keturunan.
Pencegahan hamil anggur
Sampai saat ini penyebab hamil
anggur masih belum diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan penyebab adalah
faktor nutrisi. Kekurangan nutrisi yang memiliki peran terhadap pelipatgandaan
sel-sel dan kematian sel-sel yang tidak diperlukan oleh tubuh bisa menjadi
kemungkinan timbulnya hamil anggur. Pada hamil anggur sel trofoblas yang
mengalami kelainan lah yang berkembang pesat menjadi gelembung-gelembung.
Lalu nutrisi apa yang dimaksud,
vitamin A melalui asam retinoat merupakan nutrisi yang berperan terhadap
pelipatgandaan sel dan kematian sel yang tidak diperlukan tubuh.
Pemenuhan vitamin A pada ibu
hamil akan menghindarkan dari kemungkinan hamil anggur. Pemenuhan pada pasca
hamil anggur akan memulihkan kesehatan penderita sehingga dapat hamil kembali
dengan sehat.
Calon bunda harus tetap semangat, jika tidak yakin dengan vonis satu dokter kandungan,
Bunda bisa mencari second opinion dan jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan. Semoga
bermanfaat.

0 comments:
Post a Comment