Home » » Kehamilan Ektopik : Gejala dan Kondisi Yang Menjadi Sebab

Kehamilan Ektopik : Gejala dan Kondisi Yang Menjadi Sebab

Written By Dunia Kita on Wednesday, 19 June 2013 | 11:42


Karunia terbesar pasangan menikah adalah kehamilan istri yang kelak akan meramaikan rumah dengan tangisan si kecil. Pada kehamilan normal, janin berkembang di dalam rahim atau kandungan. Apakah ada kehamilan dengan berkembangnya janin di luar kandungan? Ada, biasa disebut dengan Hamil di Luar Kandungan atau kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik merupakan kelainan kehamilan. Pada kehamilan ektopik umumnya janin berkembang di saluran telur, ada juga yang berkembang di ampula (suatu daerah yang melebar pada saluran telur)m di rongga perut (abdomen), indung telur (ovarium), leher rahim (serviks utery). Hampir semua janin tidak dapat tumbuh dengan baik pada kehamilan ektopik. Hal ini disebabkan karena tempat janin tumbuh tidak di dalam rahim sehingga tidak dilengkapi dengan jaringan yang menunjang janin untuk tumbuh dan berkembang.

Kehamilan ektopik sering terjadi pada kondisi sebagai berikut :
  • Ada riwayat kehamilan ektopik
  • Saluran telur pernah dioperasi
  • Mengalami Diethylstiboestrol (DES) selama masa kehamilan
  • Kelainan kongenital pada saluran telur
  • Ada riwayat Penyakit Menular Seksual (PMS)
  • Gangguan pada fimbriae (rumbai saluran telur) sehingga tidak bisa membawa telur masuk ke dalam saluran telur
  • Gangguan pada peristaltik saluran telur sehingga zigot tidak mampu bergerak menuju rahim

Deteksi kehamilan ektopik bisa melalui cara sebagai berikut :
  • USG (Ultrasonography)Saluran telur mengalami kerusakan, perdarahan di saluran telur
    Adanya embrio di luar rahim
  • Kadar HCG (human chrionic gonadotipin) atau hormon kehamilanKehamilan ektopik memiliki kadar HCG yang cenderung tidak mengalami peningkatan

Gejala yang umum dirasakan wanita dengan kehamilan ektopik pada 6-10 minggu kehamilan, adalah :
  • Nyeri pada perut bagian bawah
  • Sakit yang tiba-tiba pada daerah salah satu sisi panggul
  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
  • Pingsan

Penanganan kehamilan ektopik ini dengan cara memberikan obat untuk menahan pertumbuhan janin, sebab janin yang berkembang di saluran telur akan menyebabkan pecahnya saluran telur. Jika kondisi kehamilan ektopik telah menyebabkan saluran telur membengkak, maka dilakukan operasi.
Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik masih sangat mungkin hamil kembali. Jadi tetap berusaha dengan program hamil, cek kehamilan sesegera mungkin. Wanita yang terlambat menstruasi seminggu sudah bisa dilihat apakah kondisi janinnya berada di dalam kandungan atau ektopik






Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Twitter

 
Copyright © 2013. Info Kita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger