Karunia terbesar pasangan menikah
adalah kehamilan istri yang kelak akan meramaikan rumah dengan tangisan si
kecil. Pada kehamilan normal, janin berkembang di dalam rahim atau kandungan.
Apakah ada kehamilan dengan berkembangnya janin di luar kandungan? Ada, biasa
disebut dengan Hamil di Luar Kandungan atau kehamilan ektopik.
Kehamilan ektopik merupakan kelainan kehamilan.
Pada kehamilan ektopik umumnya janin berkembang di saluran telur, ada juga yang
berkembang di ampula (suatu daerah yang melebar pada saluran telur)m di rongga
perut (abdomen), indung telur (ovarium), leher rahim (serviks utery). Hampir semua janin tidak
dapat tumbuh dengan baik pada kehamilan ektopik. Hal ini disebabkan karena
tempat janin tumbuh tidak di dalam rahim sehingga tidak dilengkapi dengan
jaringan yang menunjang janin untuk tumbuh dan berkembang.
Kehamilan ektopik sering terjadi pada kondisi sebagai
berikut :
- Ada riwayat kehamilan ektopik
- Saluran telur pernah dioperasi
- Mengalami Diethylstiboestrol (DES) selama masa kehamilan
- Kelainan kongenital pada saluran telur
- Ada riwayat Penyakit Menular Seksual (PMS)
- Gangguan pada fimbriae (rumbai saluran telur) sehingga tidak bisa membawa telur masuk ke dalam saluran telur
- Gangguan pada peristaltik saluran telur sehingga zigot tidak mampu bergerak menuju rahim
Deteksi kehamilan ektopik bisa melalui cara sebagai berikut
:
- USG
(Ultrasonography)Saluran telur mengalami
kerusakan, perdarahan di saluran telur
Adanya embrio di luar rahim
- Kadar HCG (human chrionic gonadotipin) atau hormon kehamilanKehamilan ektopik memiliki kadar HCG yang cenderung tidak mengalami peningkatan
Gejala yang umum dirasakan wanita
dengan kehamilan ektopik pada 6-10 minggu kehamilan, adalah :
- Nyeri pada perut bagian bawah
- Sakit yang tiba-tiba pada daerah salah satu sisi panggul
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi
- Pingsan
Penanganan kehamilan ektopik ini
dengan cara memberikan obat untuk menahan pertumbuhan janin, sebab janin yang
berkembang di saluran telur akan menyebabkan pecahnya saluran telur. Jika
kondisi kehamilan ektopik telah menyebabkan saluran telur membengkak, maka
dilakukan operasi.
Wanita yang pernah mengalami
kehamilan ektopik masih sangat mungkin hamil kembali. Jadi tetap berusaha
dengan program hamil, cek kehamilan sesegera mungkin. Wanita yang terlambat
menstruasi seminggu sudah bisa dilihat apakah kondisi janinnya berada di dalam
kandungan atau ektopik

0 comments:
Post a Comment