Home » » 16 Faktor Kesuburan Wanita

16 Faktor Kesuburan Wanita

Written By Dunia Kita on Wednesday, 4 December 2013 | 08:00



marianneclyde.com
Kehadiran buah hati memang menjadi penantian panjang bagi sebagian pasangan. Jangan terburu-buru saling menyalahkan karena banyak faktor yang mempengaruhi. Baik dari pihak suami maupun istri memiliki peran yang sama besarnya. Berikut kupas faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan seorang wanita.

  1. Usia
Pada usia 20-30 tahun, tingkat kesuburan wanita sangat tinggi. Namun, di atas usia 35, tingkat kesuburan ini mulai menurun. Di atas usia 40 tingkat kesuburan wanita menurun tajam. Bagi wanita dengan usia 30 an sebaiknya jangan tunda kehamilan
  1. Usia ibu saat menopause
Tingkat kesuburan wanita ternyata berelasi secara genetis. Wanita yang memiliki ibu dengan menopause normal atau terlambat, lebih subur.
  1. Siklus Haid
Siklus haid normal adalah jika jarak hari haid pertama hingga haid pertama berikutnya adalah 21-35 hari.
  1. Keputihan
Bila jenis keputihan tersebut tergolong infeksi akan menjadi masalah pada kesuburan wanita.
  1. Produksi darah sangat sedikit saat haid
Kondisi tersebut merupakan indikasi sindrom ovarium polikistik (PCOS). Dampak dari kondisi ini adalah melonjaknya hormon androgen (hormon laki-laki). Gejala lainnya adalah rasa lelah berlebihan, berat badan melonjak drastis, dan keinginan ngemil makanan berkadar gula tinggi.
  1. Nyeri menjelang atau saat haid
Kondisi tersebut merupakan gejala endometriosis, yaitu adanya sel endometrium (sel dalam rahim) yang menempel di tempat yang tidak seharusnya. Terapi bisa dengan obat-obatan untuk mengendalikan endometriosis. Jika obat-obatan gagal, perlu tindakan operasi untuk mengangkat endometriosis.
  1. Kebiasaan merokok
Produktivitas ovulasi akan menurun karena aktivitas merokok mengganggu sistem peredaran darah. Jika jaringan tidak mendapat aliran darah yang cukup, maka seluruh organ tubuh termasuk organ reproduksi menjadi tidak sehat.
  1. Kelebihan berat badan
Bila BMI (body mass index) di atas 25 maka lemak akan secara otomatis menjalani proses esterfikasi (proses spontal diubah menjadi hormon). Hormon ekstra tersebut malah mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Syarat ovulasi adalah keseimbangan hormon.
  1. Diet dan olahraga ketat
Makan dengan teratur sangat bermanfaat untuk kesuburan karena kadar gula darah menjadi seimbang. Rendahnya kadar gula darah menghambat penyerapan hormon progesteron yang bermanfaat menjaga sel telur yang telah dibuahi agar tetap berada di tempat yang semestinya.
Olahraga memang baik untuk tubuh namun untuk wanita yang ingin hamil ada rekomendasi bahwa latihan aerobik tidak lebih dari 7 jam per minggu. Lebih dari 7 jam per minggu berdampak pada menurunnya kesuburan wanita.
  1. Irama seks
Hubungan intim kurang dari satu kali dalam seminggu, menurunkan peluang hamil dari 50 persen menjadi 18 persen. Hubungan intim tiga kali seminggu, meningkatkan peluang hamil sekitar 80 persen. Tetapi jika melakukannya lebih sering, setiap hari atau setiap berapa jam sekali, justru akan berdampak tak baik, karena sel sperma yang dihasilkan pria memerlukan waktu sekitar dua hari untuk 'matang'.
  1. Kebiasaan konsumsi alkohol
Konsumsi lebih dari empat porsi minuman beralkohol dalam seminggu akan mengurangi kesuburan dan meningkatkan risiko disfungsi ovulasi. Satu porsi minuman beralkohol yang dimaksud adalah setara dengan 12 gram alkohol. Bukti lain juga menunjukkan bahwa sering mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko endometriosis.
  1. Batasi kafein
Batasi asupan kafein tidak lebih dari 200 mg per hari atau setara 3 cangkir kopi.
  1. Gangguan pada organ reproduksi
·         Gangguan ovulasi
Karena adanya ketidakseimbangan hormon yang dipicu dari obesitas, dan lainnya.
·         Tersumbatnya saluran telur (tuba falopi)
Kondisi sumbatan ini sering diakibatkan infeksi di masa lalu. Infeksi karena kuman TBC, kencing nanah, dam chlamydia yang ditularkan melalui hubungan seksual. Sisa infeksi di saluran telur akan menimbulkan perlengketan.
Penyumbatan ini dapat dideteksi dengan HSG dan diterapi dengan peniupan dengan air hydrotubasi agar saluran yang lengket bisa terbuka.
·         Polip di leher rahim atau tumor di dalam rahim (myoma uteri)
Kondisi tersebut dideteksi melalui USG. Tumor akan menyebabkan keguguran berulang.
  1. Ketidakcocokan golongan darah atau rhesus ibu dengan janin.
Ketidakcocokan ini akan menyebabkan tubuh ibu menolak janin sehingga terjadi keguguran berulang.
  1. Penolakan terhadap sperma
Jika tubuh istri menganggap sperma suami sebagai zat asing (antigen) akan terbentuk zat anti (antibodi) untuk membunuh antigen. Kondisi ini menyebabkan sperma tidak akan pernah berhasil membuahi sel telur.
Ada terapi khusus yang membuat tubuh istri menerima sperma suami sehingga tidak lagi membentuk zat anti terhadap sperma suami yaitu ILS (Imunisasi Lekosit Suami) atau dikenal juga dengan PLI (Paternal Leucocyt Immunization).
  1. Alergi sperma (Seminal plasma hypersensitivity)
Alergi sperma dapat menyebabkan gatal-gatal, bengkak, dan kesulitan bernapas. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh istri bereaksi berlebihan saat bertemu dengan sperma. Pengobatan dan upaya kehamilan yang bisa dilakukan yaitu :
    • Terapi steroid yaitu dengan obat-obatan
    • Inseminasi
    • Teknologi reproduksi yaitu dengan menyuntikkan langsung sperma pada sel telur.



Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Twitter

 
Copyright © 2013. Info Kita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger