![]() |
| marianneclyde.com |
Kehadiran buah hati memang
menjadi penantian panjang bagi sebagian pasangan. Jangan terburu-buru saling
menyalahkan karena banyak faktor yang mempengaruhi. Baik dari pihak suami
maupun istri memiliki peran yang sama besarnya. Berikut kupas faktor-faktor yang
mempengaruhi kesuburan seorang wanita.
- Usia
Pada usia
20-30 tahun, tingkat kesuburan wanita sangat tinggi. Namun, di atas usia 35,
tingkat kesuburan ini mulai menurun. Di atas usia 40 tingkat kesuburan wanita
menurun tajam. Bagi wanita dengan usia 30 an sebaiknya jangan tunda kehamilan
- Usia ibu saat menopause
Tingkat
kesuburan wanita ternyata berelasi secara genetis. Wanita yang memiliki ibu
dengan menopause normal atau terlambat, lebih subur.
- Siklus Haid
Siklus haid
normal adalah jika jarak hari haid pertama hingga haid pertama berikutnya
adalah 21-35 hari.
- Keputihan
Bila jenis
keputihan tersebut tergolong infeksi akan menjadi masalah pada kesuburan
wanita.
- Produksi darah sangat sedikit saat haid
Kondisi
tersebut merupakan indikasi sindrom ovarium polikistik (PCOS). Dampak dari
kondisi ini adalah melonjaknya hormon androgen (hormon laki-laki). Gejala
lainnya adalah rasa lelah berlebihan, berat badan melonjak drastis, dan
keinginan ngemil makanan berkadar gula tinggi.
- Nyeri menjelang atau saat haid
Kondisi
tersebut merupakan gejala endometriosis, yaitu adanya sel endometrium (sel
dalam rahim) yang menempel di tempat yang tidak seharusnya. Terapi bisa dengan
obat-obatan untuk mengendalikan endometriosis. Jika obat-obatan gagal, perlu
tindakan operasi untuk mengangkat endometriosis.
- Kebiasaan merokok
Produktivitas
ovulasi akan menurun karena aktivitas merokok mengganggu sistem peredaran
darah. Jika jaringan tidak mendapat aliran darah yang cukup, maka seluruh organ
tubuh termasuk organ reproduksi menjadi tidak sehat.
- Kelebihan berat badan
Bila BMI (body
mass index) di atas 25 maka lemak akan secara otomatis menjalani proses
esterfikasi (proses spontal diubah menjadi hormon). Hormon ekstra tersebut
malah mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Syarat ovulasi adalah
keseimbangan hormon.
- Diet dan olahraga ketat
Makan dengan
teratur sangat bermanfaat untuk kesuburan karena kadar gula darah menjadi
seimbang. Rendahnya kadar gula darah menghambat penyerapan hormon progesteron
yang bermanfaat menjaga sel telur yang telah dibuahi agar tetap berada di
tempat yang semestinya.
Olahraga
memang baik untuk tubuh namun untuk wanita yang ingin hamil ada rekomendasi
bahwa latihan aerobik tidak lebih dari 7 jam per minggu. Lebih dari 7 jam per
minggu berdampak pada menurunnya kesuburan wanita.
- Irama seks
Hubungan intim
kurang dari satu kali dalam seminggu, menurunkan peluang hamil dari 50 persen
menjadi 18 persen. Hubungan intim tiga kali seminggu, meningkatkan peluang
hamil sekitar 80 persen. Tetapi jika melakukannya lebih sering, setiap hari
atau setiap berapa jam sekali, justru akan berdampak tak baik, karena sel
sperma yang dihasilkan pria memerlukan waktu sekitar dua hari untuk 'matang'.
- Kebiasaan konsumsi alkohol
Konsumsi lebih
dari empat porsi minuman beralkohol dalam seminggu akan mengurangi kesuburan
dan meningkatkan risiko disfungsi ovulasi. Satu porsi minuman beralkohol yang
dimaksud adalah setara dengan 12 gram alkohol. Bukti lain juga menunjukkan
bahwa sering mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko endometriosis.
- Batasi kafein
Batasi asupan
kafein tidak lebih dari 200 mg per hari atau setara 3 cangkir kopi.
- Gangguan pada organ reproduksi
·
Gangguan
ovulasi
Karena adanya
ketidakseimbangan hormon yang dipicu dari obesitas, dan lainnya.
·
Tersumbatnya
saluran telur (tuba falopi)
Kondisi
sumbatan ini sering diakibatkan infeksi di masa lalu. Infeksi karena kuman TBC,
kencing nanah, dam chlamydia yang ditularkan melalui hubungan seksual. Sisa
infeksi di saluran telur akan menimbulkan perlengketan.
Penyumbatan
ini dapat dideteksi dengan HSG dan diterapi dengan peniupan dengan air
hydrotubasi agar saluran yang lengket bisa terbuka.
·
Polip di
leher rahim atau tumor di dalam rahim (myoma uteri)
Kondisi
tersebut dideteksi melalui USG. Tumor akan menyebabkan keguguran berulang.
- Ketidakcocokan golongan darah atau rhesus ibu dengan janin.
Ketidakcocokan
ini akan menyebabkan tubuh ibu menolak janin sehingga terjadi keguguran
berulang.
- Penolakan terhadap sperma
Jika tubuh
istri menganggap sperma suami sebagai zat asing (antigen) akan terbentuk zat
anti (antibodi) untuk membunuh antigen. Kondisi ini menyebabkan sperma tidak
akan pernah berhasil membuahi sel telur.
Ada terapi
khusus yang membuat tubuh istri menerima sperma suami sehingga tidak lagi
membentuk zat anti terhadap sperma suami yaitu ILS (Imunisasi Lekosit Suami)
atau dikenal juga dengan PLI (Paternal Leucocyt Immunization).
- Alergi sperma (Seminal plasma hypersensitivity)
Alergi sperma
dapat menyebabkan gatal-gatal, bengkak, dan kesulitan bernapas. Kondisi ini
terjadi karena sistem kekebalan tubuh istri bereaksi berlebihan saat bertemu
dengan sperma. Pengobatan dan upaya kehamilan yang bisa dilakukan yaitu :
- Terapi steroid yaitu dengan obat-obatan
- Inseminasi
- Teknologi reproduksi yaitu dengan menyuntikkan langsung sperma pada sel telur.

0 comments:
Post a Comment